Teori
Kepribadian Sehat
Nama
: Alia Marsa Safitri
Kelas
: 2PA14
NPM
: 10514842
Apakah yang dimaksud dengan kepribadian
yang sehat?bagaimana sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat?dan
apakah anda adalah pribadi yang sehat?
Mungkin ini adalah pertanyaan yang
sangat menarik untuk dibahas dalam suatu pandangan yang mewakili pertanyaan
dari banyak orang.
Kepribadian adalah kata yang begitu umum
dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang bisa dinilai dari
kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai
keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu
kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan.
Menurut allport (1937) ia menemukan
bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang digolongkannya kedalam sejumlah
kategori. Allport sendiri memandang “kepribadian merupakan apa orang itu
sesungguhnya”.
Sehat merupakan bagian dari harta
manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta
untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang
indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal tersebut.
1. Kepribadian Sehat
Berdasarkan Aliran Psikoanalisis
Psikoanalisis merupakan suatu bentuk
model kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun
Freud (1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang
struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya
yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita
lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan
dalam perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan
dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual.
Dan apabila dorongan – dorongan ini
tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga
memggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Teori psikologi Freud didasari pada
keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat
dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku.
Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang
berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
– Id: merupakan bagian palung primitif
dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang.
Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak
menyenangkan.
– Ego: merupakan bagian “eksekutif” dari
kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan.
Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi
untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan
kenyataan.
– Super Ego: merupakan gambaran
internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan
seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana
berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super
Ego berorientasi pada kesempurnaan.
Kepribadian yang sehat menurut
psikoanalisis:
1. Menurut freud
kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan
yang ilmiah.
2. Kemampuan dalam
mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
3. Mental yang sehat
ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
4. Tidak mengalami
gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5. Dapat menyesuaikan
keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan
1. Kepribadian Sehat
Menurut Aliran Behavioristik
Behaviorisme juga disebut psikologi S –
R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek
psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang
perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori
Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
·
Menekankan
pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
·
Menekankan
pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak
dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan
pada perilaku yang bersifat bawaan.
·
Memfokuskan
pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku
manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita
sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu.
Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu.
Jadi menurut Behaviorisme manusia
dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar.
Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang
sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:
·
Memberikan
respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
·
Bersifat
sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
·
Sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan
bawaan sendiri
·
Menekankan
pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif
1. Kepribadian Sehat
Menurut Aliran Humanistik
Aliran ini berkembang pada tahun 1950.
Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran
psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi
yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk
kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri
bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
·
Kepribadian
yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi
sepenuhnya.
·
Mencoba
hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
·
Lebih
memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara
tradisi, otoritas, atau mayoritas.
·
Jujur
; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
·
Siap
menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
·
Memikul
tanggung jawab.
·
Bekerja
keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
·
Mencoba
mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.
1. Teori Kepribadian
Sehat Menurut Alport
Saat ini teori-teori Allport (tentang
kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut adalah tujuh kriteria dari
Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat:
1. Perluasan Perasaan
Diri
ketika seseorang menjadi matang, ia
mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar
berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia
harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut
“partisipasi otentik”.
2. Relasi Sosial yang
Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan
dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman
dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu
mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini
merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang
berkembang dengan baik.
3. Kualitas utama manusia
sehat adalah penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka,
termasuk kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap
kelemahan tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh
emosi-emosi mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu.
4. Persepsi Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia secara
objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas
disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang
sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau
baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan dan Tugas
Allport menekankan pentingnya pekerjaan
dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita perlu
memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari itu
harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. Komitmen
pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup menenggelamkan semua
pertahanan ego.
6. Pemahaman Diri
Memahami diri sendiri merupakan suatu
tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang
kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut
pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya
7. Filsafat Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan,
didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan
tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi
kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan
(directness).
1. Teori Kepribadian
Sehat Menurut Rogers
Pendapat Rogers : Memahami dan
menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi :
1. Perkembangan
kepribadian “self”
Inti dari teori- teori Rogers yaitu
individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan
hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan
kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.
Rogers menerima istilah self dari pengalaman- pengalaman realita masing- masing
individu. Dalam setiap bertambahnya umur ,anak bisa berubah sifat dan perilaku.
Dan seorang ibu bisa memperhatikan perkembangan anak, dari waktu ke waktu dan
seorang ibulah yang memelihara dan mendidiknya dan tidak di serahkan kepada
baby sister
2. Peranan positive
regard dalam pembentukan kepribadian individu
Setiap manusia memiliki kebutuhan basic
akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan sayang
dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi
lagi menjadi 2 yaituconditional positive regard (bersyarat) dan unconditional
positive regard (tak bersyarat). Pribadi yang berfungsi sepeuhnya adalah
pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Mengapa? Karena ini
penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti
tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
3. Ciri-ciri orang yang
berfungsi sepenuhnya
Menurut pendapat Rogers :
Pertama, orang yang sehat
secara psikologis akan lebih mudah beradaptasi Karena orang psikologis bisa
melihat dan menilai sifat-sifat seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi. Kedua, manusia –manusia masa depan akan lebih
terbuka atas pengalaman – pengalaman mereka, manusia masa depan akan lebih
mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan bahagia, marah,kecewa,ketakutan,
dan kelembutan mereka. Ketiga, dari manusia masa depan
adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa sekarang.
1. Teori Kepribadian
Sehat Menurut Maslow
Maslow berpendapat bahwa seseorang akan
memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk
mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing person).
Teori Kepribadian Abraham Maslow:
1. Individu sebagai
Kesatuan Terpadu
Pertama-tama Maslow menekankan bahwa
individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi, sehingga motivasi
seseorang dalam melakukan sesuatu adalah motivsi individu seutuhnya bukan
bagian darinya. Menurut maslow manusia harus diselidiki sebagai sesuatu yang
totalitas, sebagai suatu system, setiap bagian tidak dapat dipisahkan dengan
bagian yang lain.
2. Hirarki Kebutuhan
Maslow mengembangkan teori tentang
bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki
kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu
tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat
motivasi dari kebutuhan tersebut. Ia berpendapat bahwa pada manusia terdapat
lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
·
Kebutuhan-kebutuhan
fisiologis (the physiological needs)
·
Kebutuhan-kebutuhan
rasa aman (the safety needs / the security needs)
·
Kebutuhan
rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
·
Kebutuhan
akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
·
Kebutuhan
akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
1. Teori Kepribadian
Sehat Menurut Fromm
Fromm memberikan suatu gambaran yang
jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai sepenuhnya,
kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati
dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat,
berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek atau pelaku dari diri dan nasib,
dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang. Akan tetapi ada salah satu pengertian
dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan
merupakan hasil yang sangat penting dari individu, yakni diri. Orang-orang
sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan
menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi semua kapasitas mereka.
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai
suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus
didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan
kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya
individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Kerena itu kesehatan
psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika dibandingkan
dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah bagaimana suatu masyarakat
memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
Suatu masyarakat tidak sehat atau sakit
menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya,
dan menghalangi pertumbuhan yang terjadi dalam setiap individu. Suatu
masyarakat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lainnya,
menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan
objektifitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi
sepenuhnya.
Kesimpulan
Kepribadian yang sehat berarti juga
kepribadian yang matang, dan kepribadian yang matang berarti kepribadian yang
dewasa. Kedewasaan itu sendiri mempunyai berbagai arti.
Pada umumnya, dewasa berarti tumbuh atau
besar, sesuai dengan umur seseorang. Ia mampu memenuhi keperluan-keperluan yang
wajar pada umur itu dan mampu memenuhi tuntutan masyarakat; ia dapat memecahkan
masalah dengan tepat dan benar secara moril.
Kedewasaan adalah kemampuan untuk
menghadapi ketidaknyamanan situasi / masa – masa sulit. Apabila seseorang telah
dapat melakukannya maka ia dapat memiliki kepribadian sehat.
Sumber
Bastaman,
H.D. 2007. Logoterapi Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup dan Meraih
Kehidupan Bermakna. Jakarta: Rajawali Press.
Corey,
G. 2003. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Refika
Aditama
Frankl,
Victor E. 2003. Logoterapi Terapi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Jogjakarta:
Kreasi Wacana.
Hall
S, C .,& Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Kanisius.
Yogyakarta
M.M.
Nilam Widyarini, MSi, dalam jurnal
Schultz,
D.psikologi pertumbuhan : model – model kepribadian sehat. Yogyakarta:
kanisius, 1991.
Suryabrata,
S.psikologi kepribadian. Jakarta: kanisius, 1982.