Minggu, 08 November 2015

Psikologi Manajemen Tugas 2

PENDAHULUAN
Latar Belakang ( Bagian Dwi Yulianti Purwaningtyas )
Dibuatnya makalah ini guna memenuhi tugas kedua dari mata kuliah psikologi manajemen, adapun pembahasannya materi yang akan dibahas yaitu tentang DIMENSI KOMUNIKASI yaitu mencangkup definisi komunikasi dan apa saja yang ada didalam dimensi komunikasi. Setiap saat semua orang selalu berkomunikasi satu sama lain, tapi tidak semua orang mengetahui definisi dari kata komunikasi itu sendiri.
PEMBAHASAN TEORI
1.      DEFINISI KOMUNIKASI
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin communis yang berarti “sama”,communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama (Mulyana, 2005).
Secara paradigmatis, komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tak langsung melalui media (Effendy, 2006).
Sedangkan definisi komunikasi menurut para tokoh:
-          Berelson dan Starainer
Komunikasi adalah penyampaian berupa informasi, ide, emosi, keterampilan dan seterusnya melalui penggunaan simbol kata, angka, grafik, dan lain lain.
-          Oyong U. Effendy
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain. Pikiran tersebut  bisa merupakan informasi, gagasan, opini, dan lain-lain yang muncul dari pikirannya sendiri.
-          Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan pesan (lambang-lambang verbal) untung mengubah perilaku orang lain.
-          Rogers bersama D. Lawrence Kincaid
Komunikasi adalah  suatu proses dimana dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya yang pada akhirnya mereka saling memahami.

Dari pengertian diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih  berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu dengan maksud agar komunikator dan komunikan saling memahami maksud dan tujuan dari informasi yang diberikan.


2.      DIMENSI KOMUNIKASI
( Bagian Andita Lydia Nurrahma)

Dimensi komunikasi berarti suatu ukuran yang berkaitan dengan komunikasi. Terdapat 4 dimensi komunikasi dalam komunikasi internal suatu kelompok manusia (organisasi), yaitu:
  1. Downward communication
Yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
a.       Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
b.      Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
c.       Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
d.      Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
  1. Upward communication
Yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
a.        Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
b.      Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
c.       Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
d.      Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
Komunikasi ke atas menjadi terlalu rumit dan menyita waktu dan mungkin hanya segelintir kecil manajer organisasi yang mengetahui bagaimana cara memperoleh informasi dari bawah. Sharma (1979) mengemukakan 4 alasan mengapa komunikasi ke atas terlihat amat sulit:
1.      Kecenderungan bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka
2.       Perasaan bahwa atasan mereka tidak tertarik kepada masalah yang dialami pegawai
3.      Kurangnya penghargaan bagi komunikasi ke atas yang dilakukan pegawai
4.      Perasaan bahwa atasan tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disampaikan pegawai.
  1. Horizontal communication
Yaitu komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
a.        Memperbaiki koordinasi tugas
b.      Upaya pemecahan masalah
c.       Saling berbagi informasi
d.      Upaya pemecahan konflik
e.       Membina hubungan melalui kegiatan bersama.
  1. Interline communication
Yaitu tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas-saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional. Karena terdapat banyak komunikasi lintas-saluran yang dilakukan spesialis staf dan orang-orang lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas-saluran.

Dimensi Komunikasi meliputi 4 aspek yaitu :
(Bagian Alia Marsa Safitri)

1.      Dimensi Isi
Dimensi isi disandi secara verbal dan menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan. Isi adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih.

2.      Dimensi jaringan
Dimensi jaringan disandi secara nonverbal dan menunjukkan bagaimana cara menunjukkan dan mengisyarakatkan bagaimana proses komunikasi antara satu sama lain dan bagaimana seharusnya pesan tersebut disampaikan. Dalam komunikasi massa dimensi jaringan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Jaringan adalah sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Diantaranya ada komunikasi yang bergantung  pada (jaringan satelit).
Contoh: pengaruh artikel dalam surat kabar bukan bergantung pada isinya, namun bergantung juga pada siapa penulisnya, jenis huruf yang digunakan,warna tulisan yang dipakai, dll.
3.      Dimensi Arah
Komunikasi dalam konteks ini dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah merupakan satu orang memberikan informasi kepada orang lainnya tanpa ada timbal balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komunikasi dimana satu orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi, sehingga terjadi pertukaran informasi diantara keduanya.
4.      Dimensi Kebisingan
Dimensi Kebisingan adalah tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi.


3.      ANALISA MENURUT MAHASISWA

Berdasarkan pembahasan teori di atas kami menganalisa bahwa komunikasi itu sangat penting dipelajari karena ternyata banyak hal-hal yang tidak diketahui oleh banyak orang. Setiap orang memerlukan komunikasi bahkan sudah menjadi aktivitas pokok dalam kehidupan manusia. Karena dengan berkomunikasi manusia bisa menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepadaorang lain.
Komunikasi sendiri merupakan suatu proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih  berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu dengan maksud agar komunikator dan komunikan saling memahami maksud dan tujuan dari informasi yang diberikan.




SUMBER :

Sehfudin, Arif. 2011. Dalam Skripsi: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Komunikasi Organisasi Dan Motivasi kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. ****************************** Cabang Semarang). Skripsi: Semarang
Prakosa, Adi. 2008. PengertianKomunikasi. http://adiprakosa.blogspot.com/2008/09/pengertian-komunikasi.html. Diakses pada tanggal 27 September 2013.



Rabu, 30 September 2015

Psikologi Manajemen Tugas 1

PSIKOLOGI MANAJEMEN

TUGAS 1





NAMA      : ALIA MARSA SAFITRI
NPM         : 10514842
KELAS     : 2PA14



FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2015/2016


BAB I
PENGANTAR
1.      Definisi Manajemen
Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian, yaitu :
a.       Manajemen sebagai suatu proses, yaitu melihat bagaimana cara orang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu.
b.      Manajemen sebagai suatu kolektivitas, yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk tujuan yang bersama.
c.       Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen sebagai suatu ilmu dan seni.
Kata Manajemen Berasal Dari Bahasa Prancis Kuno Ménagement, Yang Artinya Seni Melaksanakan Dan Mengatur. Menurut Mary Parker Follet,  Manajemen Sebagai Seni Menyelesaikan Pekerjaan Melalui Orang Lain. Definisi Ini Berarti Bahwa Seorang Manajer Bertugas Mengatur Dan Mengarahkan Orang Lain Untuk Mencapai Tujuan Organisasi. Definisi Tentang Manajemen Menurut Ahli, Diantaranya:
-          Prof. Eiji Ogawa
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
-          James A.F. Stoner
Berpendapat manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan,  pengorganisasian, kepimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
-          Harold Koontz
Dalam bukunya yang berjudul“The Management Theory Jungle” menganggap  pengertian manajemen adalah seni menyelesaikan suatu pekerjaan melalui dan dengan  beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok formal yang terorganisir. Harold Koontz & O’Dannel dalam buku yang berjudul“Principles of Management” mengemukan, “Manajemen adalah berhubungan dengan percapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
-          Ricky W. Griffin
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan  pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien  berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan  jadwal.
-          Drs. Oey Liang Lee
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.      Definisi Kepemimpinan
Menurut Hersey dan BLANCHARD (1982) In essence leader ship is a broader concept than management. Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas, sedangkan manajemen lebih berhubungan dengan efisiensi. Kepemimpinan merupakan sesuatu yang penting bagi manajer. Para manajer merupakan pemimpin (dalam organisasi mereka), sebaliknya pemimpin tidak perlu menjadi manajer. Menurut Drucker (1966) seorang manajer adalah seorang ‘pekerja berpengatuhan’. Kepemimpinan merupakan pengertian yang meliputi segala macam situasi yang dinamis, yang berisi :
a.    Seorang manajer sebagai pemimpin yang mempunyai wewenang untuk memimpin
b.    Bawahan yang dipimpin, yang membantu manajer sesuai dengan tugas mereka masing-masing
c.    Tujuan atau sasaran yang harus dicapai oleh manajer bersama-sama dengan bawahannya              

BAB II
PERENCANAAN PENETAPAN MANAJEMEN
1.      Definisi Perencanaan
Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa. Perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakuka.
Perencanaan adalah rangkaian kegiatan menetapkan hal- hal yang akan dikerjakan pada waktu yang akan datang berdasarkan fakta-fakta dan pemikiran yang matang dalam jangka pencapaian tujuan yang diinginkan. Perencanaan juga merupakan pedoman dan acuan bagi para pelaksana kegiatan, agar kegiatan yang ada dapat berjalan sesuan dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Pengertian Perencanaan yang dikemukakan oleh beberapa ahli:
-          Alexander : Perencanaan adalah memutuskan seberapa luas akan dilakukakan, bagaimana melakukannya, kapan melakukannya, dan siapa yang melakukannya. 
-          Steiner: Perencanaan adalah suatu proses memulai dengan sasaran-sasaran, batasan strategi, kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai organisasi untuk menerapkan keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan umpan balik terhadap pengenalan siklus perencanaan baru.
2.      Langkah-langkah menyusun perencanaan
1)    Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran-sasaran, kebijakan-kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
2)   Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
3)   Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
4)   Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.
Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :
a.    Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
b.    Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
c.    Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain. Perencanaan Strategik ( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.
3.      Manfaat menyusun perencanaan
-          Standar pelaksanaan dan pengawasan.
-          Pemilihan berbagai alternative terbaik
-          Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
-          Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
-          Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
-          Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,
-          Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
4.      Menjelaskan jenis perencanaan dan manajemen
Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.
a.       Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun. Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
b.      Perencanaan taktis/taktis
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
c.       Perencanaan operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
d.      Perencanaan normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.

BAB III
PENGORGANISASIAN & STRUKTUR MANAJEMEN
1.      Definisi struktur organisasi
Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang, atau dapat dikatakan juga terdiri dari kelompok-kelompok kerja (dalam hal organisasi perusahaaan) yang bekerja untuk mencapai tujuan organisasinya. Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa. Ada 4 Elemen Struktur Organisasi struktur organisasi yaitu :
a.    Adanya spesialisasi kegiatan kerja
b.    Adanya standardisasi kegiatan kerja
c.    Adanya koordinasi kegiatan kerja
d.    Besaran seluruh organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan. Hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian ataupun posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi Kerangka kerja organisasi disebut sebagai desain organisasi (organizational design). Bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur organisasi (organizational structure). Berikut pengertian organisasi menurut para ahli:
1)        Organisasi Menurut James D. Mooney: 
 Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. James D .mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama 
2)        Stephen P. Robbinss: 
Menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
2.      Menjelaskan pengorganisasian sebagai fungsi manajemen yang meliputi :
a.    Struktur formal
Struktur informal adalah struktur yang diakui oleh pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV, struktur pemerintahan, dan sebagainya
b.    Struktur Informal
Struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak diakui oleh pihak lain yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola bahasa “gaul”, dan sebagainya.
3.      Manfaat struktur fungsional & divisional
Fungsional :
a.         Dapat menghindari duplikasi.
b.         Lebih hemat sumberdaya. Artinya, di dalam suatu
c.         organisasi tidak terdapat dua fungsi yang berganda atau redundant.
d.        Paling sesuai untuk lingkungan yang stabil
e.         Dapat mencapai efisiensi untuk masing-masing bagian
f.          Sesuai dengan organisasi kecil sampai dengan sedang merangsang berkembangnya ketrampilan fungsional baik untuk satu atau sejumlah kecil produk
Divisional :
a.        Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil
b.       Memperhatikan kebutuhan konsumen
c.        Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional
d.      Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk
e.       Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional
f.        Pengembangan keterampilan manajemen umum
g.       Lebih mudah dalam pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi yang lebih kecil.
4.      Kerugian struktur fungsional & divisional
Fungsional :
a.       Persaingan antar fungsi “ egoisme fungsional” ,
b.      koordinasi antar bagian tidak terlalu baik
c.       Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak pimpinan, sehingga beban pimpinan terlalu berat.
d.      Respon organisasi terhadap perubahan lingkungan agak lambat.
e.       Inovasi terbatas.
f.        Pandangan terhadap sasaran organisasi agak terbatas, cenderung hanya memperhatikan sasaran bagiannya sendiri.
Divisional :
a.       Duplikasi sumberdaya lintas divisi
b.      Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi
c.       Koordinasi yang buruk lintas divisi
d.       Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak
e.       Kompetesi untuk sumberdaya perusahaan
f.        Memungkinkan berkembangnya persaingan disfungsional antar sumber daya organisasi dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas.

BAB IV
ANALISA MENURUT MAHASISWA
 Manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, perorganisasian, penetapan tenaga kerja, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu selain itu manajemen juga sebagai suatu kolektivitas, yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk tujuan yang bersama.
 Psikologi manajemen adalah ilmu tentang pembelajaran perilaku dan proses mental manusia dalam hal bagaimana manusia mengatur sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Dengan dikembangkannya ilmu psikologi sehingga adanya psikologi manajemen, diketahui bahwa unsur sumber daya manusia ternyata merupakan yang terpenting dari modal kerja suatu perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Umar, Husein.(2000). Business an introduction. Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama
Raharjo, Puji. (2009). Sosiologi 2: Untuk Anak SMA Kelas XI. Jakarta: CV Sidunata
Mukhyi, Abdul Mohammad, Saputra, Hadi Iman. (1995). Pengantar manajemen umum (untuk STIE). Jakarta: Gunadarma
Ruhana, ika.(2013). Struktur Organisasi. 09 Oktober 2014
http://nikofransiskus.blogspot.com/2013/10/devenisi-perencanaan-dan-langkah.html         
Godam64. (2007). Pengertian Struktur Organisasi Serta Empat Elemen Di Dalamnya - Ilmu Pengetahuan Ekonomi Manajemen. http://www.organisasi.org. 09 Oktober 2014
Devita. (2013). Keunggulan dan Kelemahan Struktur. http://devitadevitaa.blogspot.com. 09 Oktober 2014