PSIKOLOGI MANAJEMEN
TUGAS 1
TUGAS 1
NAMA
: ALIA MARSA SAFITRI
NPM : 10514842
KELAS : 2PA14
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
PTA
2015/2016
BAB I
PENGANTAR
1. Definisi
Manajemen
Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga
pengertian, yaitu :
a. Manajemen
sebagai suatu proses, yaitu melihat bagaimana cara orang untuk mencapai tujuan
yang ditetapkan terlebih dahulu.
b. Manajemen
sebagai suatu kolektivitas, yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang
yang bekerja sama untuk tujuan yang bersama.
c. Manajemen
sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen sebagai
suatu ilmu dan seni.
Kata Manajemen
Berasal Dari Bahasa Prancis Kuno Ménagement, Yang Artinya Seni Melaksanakan Dan
Mengatur. Menurut Mary Parker Follet, Manajemen Sebagai Seni
Menyelesaikan Pekerjaan Melalui Orang Lain. Definisi Ini Berarti Bahwa Seorang
Manajer Bertugas Mengatur Dan Mengarahkan Orang Lain Untuk Mencapai Tujuan
Organisasi. Definisi Tentang Manajemen Menurut Ahli, Diantaranya:
-
Prof. Eiji Ogawa
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian
kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh
organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk
kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
-
James A.F. Stoner
Berpendapat manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Berpendapat manajemen dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
-
Harold Koontz
Dalam bukunya yang berjudul“The Management Theory Jungle” menganggap pengertian manajemen adalah seni menyelesaikan suatu pekerjaan melalui dan dengan beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok formal yang terorganisir. Harold Koontz & O’Dannel dalam buku yang berjudul“Principles of Management” mengemukan, “Manajemen adalah berhubungan dengan percapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
Dalam bukunya yang berjudul“The Management Theory Jungle” menganggap pengertian manajemen adalah seni menyelesaikan suatu pekerjaan melalui dan dengan beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok formal yang terorganisir. Harold Koontz & O’Dannel dalam buku yang berjudul“Principles of Management” mengemukan, “Manajemen adalah berhubungan dengan percapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
-
Ricky W. Griffin
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
-
Drs. Oey Liang Lee
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Definisi
Kepemimpinan
Menurut Hersey dan BLANCHARD (1982)
In essence leader ship is a broader
concept than management. Kepemimpinan lebih berhubungan dengan efektivitas,
sedangkan manajemen lebih berhubungan dengan efisiensi. Kepemimpinan merupakan
sesuatu yang penting bagi manajer. Para manajer merupakan pemimpin (dalam
organisasi mereka), sebaliknya pemimpin tidak perlu menjadi manajer. Menurut
Drucker (1966) seorang manajer adalah seorang ‘pekerja berpengatuhan’.
Kepemimpinan merupakan pengertian yang meliputi segala macam situasi yang
dinamis, yang berisi :
a. Seorang
manajer sebagai pemimpin yang mempunyai wewenang untuk memimpin
b. Bawahan
yang dipimpin, yang membantu manajer sesuai dengan tugas mereka masing-masing
c. Tujuan
atau sasaran yang harus dicapai oleh manajer bersama-sama dengan
bawahannya
BAB II
PERENCANAAN
PENETAPAN MANAJEMEN
1. Definisi
Perencanaan
Pada
dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa. Perencanaan yaitu
fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan
kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta
program-program yang dilakuka.
Perencanaan
adalah rangkaian kegiatan menetapkan hal- hal yang akan dikerjakan pada waktu
yang akan datang berdasarkan fakta-fakta dan pemikiran yang matang dalam jangka
pencapaian tujuan yang diinginkan. Perencanaan juga merupakan pedoman dan acuan
bagi para pelaksana kegiatan, agar kegiatan yang ada dapat berjalan sesuan
dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Pengertian Perencanaan yang
dikemukakan oleh beberapa ahli:
-
Alexander : Perencanaan
adalah memutuskan seberapa luas akan dilakukakan, bagaimana melakukannya, kapan
melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
-
Steiner: Perencanaan
adalah suatu proses memulai dengan sasaran-sasaran, batasan strategi,
kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai organisasi untuk menerapkan
keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan umpan balik terhadap pengenalan
siklus perencanaan baru.
2. Langkah-langkah
menyusun perencanaan
1)
Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk
menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran-sasaran, kebijakan-kebijakan
dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang
bersangkutan.
2)
Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan
masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal
sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah
yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan
sampai jangka panjang.
3)
Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat
tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan
hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar
persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan
manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
4)
Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.
Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya
adalah :
a.
Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan
tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
b.
Menilai dan
membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
c.
Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling
cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain. Perencanaan Strategik (
Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting dari
manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen
strategik.
3. Manfaat
menyusun perencanaan
-
Standar pelaksanaan dan pengawasan.
-
Pemilihan berbagai alternative terbaik
-
Penyusunan skala prioritas, baik sasaran
maupun kegiatan
-
Menghemat pemanfaatan sumber daya
organisasi
-
Membantu manajer menyesuaikan diri
dengan perubahan lingkungan
-
Alat memudahkan dalam berkoordinasi
dengan pihak terkait, dan,
-
Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak
pasti.
4. Menjelaskan
jenis perencanaan dan manajemen
Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan
strategis, taktis dan operasional.
a. Perencanaan Strategis
Perencanaan
strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh
tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan
tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan
ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang
dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan
mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan
perencanaan yang dipilih.
Hal ini
biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat
tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang
digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka
panjang lebih dari 5 tahun. Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal
untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari
setiap orang.
b. Perencanaan
taktis/taktis
Pada tingkat
kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional
bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat
organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang
tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah
mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian
taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat,
merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini
dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem
dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah
iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan
koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai
dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan
merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan dari efisiensi.
c. Perencanaan
operasional
Ketidakpastian
yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada
pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan
strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat
rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana
operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Karena
jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari
perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang
diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana
operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah,
dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana
dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan
Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi.
Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan
dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional,
yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk
tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam
menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan
berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi
kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute,
jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
d. Perencanaan
normatif
Mengacu pada
penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi
organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode
untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar
tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam
setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian,
pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan.
Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di
daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan
menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.
BAB III
PENGORGANISASIAN
& STRUKTUR MANAJEMEN
1. Definisi
struktur organisasi
Organisasi
terdiri dari kelompok orang-orang, atau dapat dikatakan juga terdiri dari
kelompok-kelompok kerja (dalam hal organisasi perusahaaan) yang bekerja untuk
mencapai tujuan organisasinya. Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan
hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau
perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan
antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi
dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan
wewenang siapa melapor kepada siapa. Ada 4 Elemen Struktur Organisasi struktur
organisasi yaitu :
a.
Adanya spesialisasi kegiatan kerja
b.
Adanya standardisasi kegiatan kerja
c.
Adanya koordinasi kegiatan kerja
d.
Besaran seluruh
organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola
tetap hubungan. Hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian ataupun posisi
maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan tugas, wewenang dan tanggung
jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi Kerangka kerja organisasi
disebut sebagai desain organisasi (organizational design). Bentuk spesifik dari
kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur organisasi (organizational
structure). Berikut pengertian organisasi menurut para ahli:
1)
Organisasi Menurut James D. Mooney:
Organisasi adalah bentuk
setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. James D .mooney
mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama
2)
Stephen P. Robbinss:
Menyatakan bahwa Organisasi adalah
kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah
batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif
terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
2. Menjelaskan
pengorganisasian sebagai fungsi manajemen yang meliputi :
a. Struktur
formal
Struktur informal adalah struktur yang diakui oleh
pihak yang berwenang dengan ketetapan hukum. Misalnya koperasi, PT, CV,
struktur pemerintahan, dan sebagainya
b. Struktur
Informal
Struktur yang nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak
diakui oleh pihak lain yang berwenang. Misalnya adat-istiadat, penggunaan pola
bahasa “gaul”, dan sebagainya.
3. Manfaat
struktur fungsional & divisional
Fungsional
:
a.
Dapat menghindari duplikasi.
b.
Lebih hemat sumberdaya. Artinya, di
dalam suatu
c.
organisasi tidak terdapat dua fungsi
yang berganda atau redundant.
d.
Paling sesuai untuk lingkungan yang
stabil
e.
Dapat mencapai efisiensi untuk
masing-masing bagian
f.
Sesuai dengan organisasi kecil sampai
dengan sedang merangsang berkembangnya ketrampilan fungsional baik untuk satu
atau sejumlah kecil produk
Divisional
:
a. Cepat
tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil
b. Memperhatikan kebutuhan konsumen
c. Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional
d. Pembebanan
tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk
e. Penekanan
terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional
f. Pengembangan keterampilan manajemen umum
g. Lebih mudah dalam pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi
yang lebih kecil.
4. Kerugian
struktur fungsional & divisional
Fungsional
:
a. Persaingan
antar fungsi “ egoisme fungsional” ,
b. koordinasi
antar bagian tidak terlalu baik
c. Pengambilan
keputusan menumpuk pada puncak pimpinan, sehingga beban pimpinan terlalu berat.
d.
Respon organisasi terhadap perubahan
lingkungan agak lambat.
e.
Inovasi terbatas.
f.
Pandangan
terhadap sasaran organisasi agak terbatas, cenderung hanya memperhatikan
sasaran bagiannya sendiri.
Divisional :
a. Duplikasi
sumberdaya lintas divisi
b. Kurang
pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi
c. Koordinasi
yang buruk lintas divisi
d. Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak
e. Kompetesi
untuk sumberdaya perusahaan
f. Memungkinkan berkembangnya persaingan disfungsional antar sumber daya
organisasi dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas.
BAB IV
ANALISA MENURUT
MAHASISWA
Manajemen
adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan,
perorganisasian, penetapan tenaga kerja, dan pengawasan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan terlebih dahulu selain itu manajemen juga sebagai suatu
kolektivitas, yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama
untuk tujuan yang bersama.
Psikologi
manajemen adalah ilmu tentang pembelajaran perilaku dan proses mental manusia dalam
hal bagaimana manusia mengatur sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Dengan dikembangkannya ilmu psikologi sehingga adanya psikologi manajemen,
diketahui bahwa unsur sumber daya manusia ternyata merupakan yang terpenting
dari modal kerja suatu perusahaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Umar, Husein.(2000). Business an introduction. Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama
Raharjo, Puji. (2009). Sosiologi 2: Untuk Anak SMA Kelas XI.
Jakarta: CV Sidunata
Mukhyi, Abdul Mohammad, Saputra, Hadi
Iman. (1995). Pengantar manajemen umum
(untuk STIE). Jakarta: Gunadarma
Ruhana, ika.(2013). Struktur Organisasi. 09 Oktober 2014
http://nikofransiskus.blogspot.com/2013/10/devenisi-perencanaan-dan-langkah.html
Godam64. (2007).
Pengertian
Struktur Organisasi Serta Empat Elemen Di Dalamnya - Ilmu Pengetahuan Ekonomi
Manajemen. http://www.organisasi.org. 09 Oktober 2014
Devita.
(2013). Keunggulan dan Kelemahan Struktur.
http://devitadevitaa.blogspot.com. 09 Oktober
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar