MAKALAH PENGEMBANGAN
KREATIVITAS & KEBERBAKAT
PENDAHULUAN
Pada zaman globalisasi
dan canggih seperti sekarang ini, manusia dituntut untuk lebih dapat berinovasi
dan berkreasi untuk dapat tetap mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan,
agar dapat menyesuaikan pada keadaan zaman yang serba instan dan cenderung
lebih praktis, dan juga untuk tidak ketinggalan zaman tentunya. Manusia yang
tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan zaman lambat laun akan tenggelam
dan terpuruk. Contohnya saja orang yang tidak dapat mengoperasikan komputer akan
kesulitan untuk menjalankan program kerjanya yang sudah 90% menggunakan
komputer. Ketika ada tenaga baru yang lebih mahir dan lebih pandai untuk
mengoperasikan komputer, maka orang yang tidak dapat mengoperasikan komputer
akan tergantikan posisinya. Dalam hal ini kesempatan bekerja akan lebih sulit
dan sangat kompetitif. Contoh lainnya adalah persaingan dalam bidang
perdagangan. Pengusaha yang tidak dapat mengembangkan karyanya akan tertinggal
dengan pengusaha lain yang selalu kreatif dan inovatif dalam menciptakan
produk-produk baru yang dapat menarik minat dan perhatian masyarakat. Hal
tersebut sangat merugikan dalam dunia perdagangan. Gambaran yang sama tampak
dalam bidang pendidikan. Penekanannya lebih pada hafalan dan mencari satu
jawaban yang benar terhadap soal-soal yang diberikan. Proses-proses pemikiran
tinggi termasuk berpikir kreatif jarang dilatih. Hal ini tidak hanya terjadi di
Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara lain, sebagaimana dinyatakan
oleh Guilford (1950) dalam pidato pelantikannya sebagai presiden dari American
Psychological Association, bahwa:
Keluhan yang paling banyak saya dengar
mengenai lulusan perguruan tinggi kita adalah bahwa mereka cukup mampu
melakukan tugas-tugas yang diberikan dengan menguasai teknik-teknik yang diajarkan,
namun mereka tidak berdaya jika dituntut memecahkan masalah yang memerlukan
cara-cara yang baru.
Guilford menekankan betapa penelitian
dalam bidang kreativitas sangat kurang.
Perhatian utama terhadap kreativitas dan kesadaran akan pentingnya bagi dunia
ilmu pengetahuan datang dari bidang ilmu di luar psikologi.
Perusahaan-perusahaan besar sangat mengakui gagasan-gagasan baru yang kreatif
dan dapat dipertangungjawabkan kualitasnya. Begitu juga dengan bidang lainnya
seperti departemen pemerintahan yang terus mencari bibit-bibit muda yang penuh
dengan gagasan-gagasan cemerlang.
Lalu apa artinya kreativitas itu sendiri, bagaimana ciri-ciri orang yang
kreatif, dan bagaimana mengembangkan kreativitas dalam diri seseorang sampai
saat ini belum menemukan jawaban dan titik terang. Dari berbagai alasan
tersebut maka penyusun tertarik untuk membahas dan mengkaji lebih dalam
mengenai pengertian kreativitas yang ditinjau dari beberapa sudut pandang.
1.1
Definisi Konsepsional atau Pengertian Kreativitas 4P (Pribadi, Proses,Produk, dan Pendorong)
Salah satu masalah yang
kritis dalam meneliti, mengidentifikasi, dan mengembangkan kreaivitas ialah
bahwa ada begitu banyak definisi tentang kreativitas. Akan tetapi, tidak ada
satu definisi pun yang dapat diterima secara universal. Mengingat kompleksitas
dari konsep kreativitas, agaknya hal ini tidak mungkin dan juga tidak perlu,
karena kreativitas dapat ditinjau dari berbagai aspek yang meskipun berkaitan,
tetapi penekanannya berbeda-beda. Definisi konsepsional adalah dari kata konsepsional yaitu hubungan antara konsep
khusus yang akan diteliti. Istilah konsepsional adalah pengarah atau pedoman yang
masih abstrak sehingga membutuhkan pelengkapnya yaitu definisi
operasional.
Rhodes (1961, dalam
Isaksen, 1987) dalam menganalisis lebih dari 40 definisi tentang kreativitas,
menyimpulkan bahwa pada umumnya kreativitas dirumuskan dalam istilah pribadi (person), proses (process), dan
produk (product). Kreativitas dapat pula ditinjau dari kondisi
pribadi dan lingkungan yang mendorong (press) individu ke
perilaku kreatif. Rhodes menyebut keempat jenis definisi tentang kreatifitas
ini sebagai Four P’s of Creativity: Person, Process, Product, Press. Berikut
ini akan dijelaskan lebih dalam lagi mengenai definisi tentang kreativitas
melalui pendekatan 4P tersebut.
a. Definisi Pribadi (Person)
Definisi kreativitas
dari aspek pribadi banyak dikemukakan oleh beberapa pakar, antara lain menurut
Hulbeck (1945), tidakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian
dalam interaksi dengan lingkungannya. Fokus pada segi pribadi jelas pada
definisi ini. Definisi mengenai kreativitas yang lain diberikan oleh Sternberg
(1988), yaitu kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut
psikologis: intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian atau motivasi.
Bersama-sama ketiga segi dari alam pikiran ini membantu memahami apa yang
melatarbelakangi individu yang kreatif.
Intelegensi meliputi
kemampuan verbal, pemikiran lancar, perencanaan, parumusan masalah, penyusunan
strategi, keterampilan mengambil keputusan dan lain lain. Gaya kognitif atau
intelektual pribadi yang kreatif menunjukan kelonggaran dari ketertarikan pada
konvensi menciptakan aturan sendiri, menyukai masalah yang tidak terlalu
terstruktur, senang menulis, merancang, dan lain-lain. Dimensi kpribadian
atau motivasi terdiri dari fleksibilitas, toleransi terhadap kedwiartian.
Keuletan dalam menghadapi rintangan dan lain-lain.
Pengertian lain mengenai
kreativitas, yaitu Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan
sesuatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk
atau susunan yang baru (Hurlock dalam Basuki, 2010). Sedangkan menurut Munandar
(dalam Basuki, 2010) kreativitas adalah suatu proses yang tercermin dalam
kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfikir.
Selanjutnya kreativitas merupakan sifat pribadi seorang individu yang
tercermin dari kemampuannya untuk menciptakan sesuatu yang baru (Soemardjan
dalam Basuki, 2010).
Jadi, dapat ditarik
kesimpulan bahwa kreativitas dari aspek pribadi adalah proses menghasilkan dan
membuat suatu hal yang baru, berbeda, unik, dan berarti dari intelegensi dan
kemampuan pribadi yang dimiliki oleh seseorang.
b. Definisi Proses (Process)
Definisi proses yang terkenal adalah definisi Torrance (1988) tentang
kreativitas yang pada dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah,
yaitu:
1) Sensing difficulties and problems
2) Making guesses and formulating
hypotheses about these deficiencies
3) Evaluating ans testing the guesses
and hypotheses
4) Possibly revising and retesting them
5) Communicating the result
Definisi Torrace ini merupakan seluruh
proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan
menyampaikan hasil.
Menurut Graham
Wallas (1926), kreativitas
merupakan proses 5 tahap:
1.
Preparation (Persiapan) = Proses pengumpulan informasi dan menginvestasikan
masalah.
2.
Incubation (Pengendapan) =
secara tidak sadar memikirkan problem
3.
Intimation.
4.
Ilumination (iluminasi) = menyadari cara-cara baru dalam memecahkan masalah.
e. Verification (menguji)
= mengimplementasikan temuan
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa definisi kreativitas berdasarkan aspek
proses adalah proses menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi
melalui beberpa tahapan ilmiah.
c. Definisi Produk (Product)
Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan
orisinalitas, seperti defisi dari Barron (1969) yang menyatakan bahwa “kreativitas
adalah kemamupan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru.”
Selanjutnya dijelaskan oleh Munandar (2002) definisi produk kreativitas
menekankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas adalah sesuatu
yang baru, orisinil, dan bermakna.
5
Mengenali bakat, ciri pribadi, mendorong dengan motivasi,
menyediakan waktu dan sarana prasarana, serta mempertunjukkan hasil
karya guna menggugah minat untuk berkreasi akan membuat individu terpacu untuk
kreatif. Selain itu, Stein (dalam Basuki, 2010) menyatakan bahwa suatu produk
baru dapat disebut karya kreatif jika mendapatkan pengakuan (penghargaan) oleh
masyarakat pada waktu tertentu.
Rogers (dalam Vernon, 1928) mengemukakan kriteria untuk produk kreatif
ialah:
1. Produk itu harus
nyata
2. Produk itu harus
baru
3. Produk itu
adalah hasil dari kualitas unik individu dalam interaksi dengan lingkungannya.
Ciri – ciri dari kreativitas itu sendiri
adalah sebagai berikut :
1.
Dorongan ingin tahu besar.
2.
Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
3.
Memberikan banyak gagasan dan usul
terhadap suatu masalah.
4.
Bebas dalam menyatakan pendapat.
5.
Mempunyai rasa keindahan.
6.
Menonjol dalam salah satu bidang seni.
7.
Mempunyai pendapat sendiri dan dapat
mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh orang lain.
8.
Memiliki rasa humor tinggi.
9.
Daya imajinasi kuat.
10.
Keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak
dalam ungkapan, gagasan, karangan, pemecahan masalah).
11.
Dapat bekerja sendiri.
12.
Kemampuan elaborasi (mengembangkan atau
memerinci) suatu gagasan.
13.
Selain itu ciri-ciri kreativitas
dapat dilihat dari seseorang yang memiliki rasa ingin tahu (sense of
curiosity), kebutuhan untuk berprestasi (need of achievement),
dapat beradaptasi (adaptable) dan memiliki kemampuan menempuh resiko.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas ditinjau dari aspek produk
adalah sesuatu yang baru dan orisinil yang dihadilkan oleh kemampuan manusia
dan mendapatkan pengakuan atau penghargaan dari orang-orang lainnya.
d. Definisi Pendorong (Press)
Kategori keempat dari definisi dan pendekatan terhadap kreativitas
menekankan faktor “Press” atau dorongan, baik dorongan
internal (dari diri sendiiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau
besibuk diri secara kreatif) maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial
dan psikologis. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingwskungan yang
mendukung, tetapi dapat pula dihambat dalam lingkungan yang tidak mendukung.
Banyak orang tua yang kurang menghargai kegiatan kreatif anak mereka dan lebih
memprioritaskan pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memperoleh
rangking tinggi dalam kelasnya. Demikian pula guru meskipun menyadari
pentingnya perkembangan kreatifitas tetapi dengan kurikulum yang ketat dan
kelas dengan jumlah murid yang banyak maka tidak ada waktu bagi pengembangan
kreativitas.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kreativitas dari aspek pendorong
adalah kemampun yang dihasilkan karena faktor yang datang dari dalam diri
individu tersebut maupun faktor yang datang dari luar.
1.2
Definisi Operasional Kreativitas
Selain memiliki definisi
konsepsional, kreativitas juga memiliki definisi oprasional.Sedangkan apa definisi operasional itu? Petunjuk atau
cara kerja bagi peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam
penelitian, dan operasional juga dapat menetukan apakah bahan masalah yang
dapat diteliti itu layak atau tidak untuk diteliti.
Definisi operasional kreatifitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru,
baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri – ciriaptitude maupun non
aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal – hal
yang sudah ada, yang semuanya itu relative berbeda dengan apa yang
telah ada sebelumnya.
Sedengkan menurut Munandar (dalam Basuki, 2010), “Kreativitas merupakan
kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan
originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi
(mengembangkan, memperkaya, memperinci suatu gagasan).”
1.3
Definisi Kreativitas menurut Clark
Definisi kreativitas menurut Clark adalah “Pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan
identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri,
dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)”
Devinisi kreativitas
menurut Clark berdasarkan
hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kreativitas merupakan
ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa
dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan
intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and
intuiting)” (June 1961, Clark 1986).
BAB
II
PEMBAHASAN
TEORI
– TEORI MENGENAI KREATIVITAS
Dapat kita definisikan bahwa yang dimaksud dengan berpikir kreatif adalah
berpikir yang kondusif terhadap keputusan, dituntun oleh konteks, self
transcending, dan sensitif terhadap kriteria.
Di dalam perkembangannya, terdapat beberapa teori mengenai kreativitas,
yaitu:
1. Teori
Psikoanalisa
Psikoanalisa memandang kreativitas
sebagai hasil mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai sejak di masa anak-anak.
Priadi kreatif dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai pengalaman
traumatis, yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan
yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
Adapun tokoh-tokohnya adalah:
a.
Sigmund Freud
Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme
pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai
ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Sehingga
biasanya mekanisme pertahanan merintangi produktivitas kreatif. Meskipun
kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, namun justru
mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas.
b.
Ernest Kris
Ia menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih
ke perilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasaan, jika perilaku sekarang
tidak berhasil atau tidak memberi kepuasaan) juga sering muncul dalam tindakan
kreatif.
c.
Carl Jung
Ia juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan
yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak
disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran
kolektif, akan timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru lainnya.
Prose inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.
2. Teori
Humanistik
Humanistik lebih menekankan kreativitas sebagai hasil
dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan kreativitas dapat berkembang
selama hidup dan tidak terbatas pada usia lima tahun pertama.
a. Abraham
Maslow
Ia menekankan bahwa manusia mempunyai naluri-naluri
dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan
Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang
tertinggi.
b. Carl Rogers
Ia menjelaskan ada 3 kondisi dari pribadi yang
kreatif, adalah keterbukaan terhadap pengalaman, kemampuan untuk menilai
situasi sesuai dengan Patoka pribadi seseorang, kemampuan untuk bereksperiman
atau untuk ‘bermain’ dengan konsep-konsep
3.
Teori Cziksentmihalyi
Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya
kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh
seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi
pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.Minat pada usia dini
pada ranah tertentu. Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam
terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
Akses terhadap suatu bidang. Adanya sarana dan prasarana serta adanya
pembina/mentor dalam bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat.
Kemampuan berkomunikasi dan
berinteraksi dengan teman sejawat di tambah tokoh-tokoh penting dalam bidang
yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir, mendapatkan kesempatan
bekerja sama dengan pakar-pakar dalam b idang yang diminati sangat penting
untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.
Orang-orang kreatif ditandai adanya
kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap
situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya.
·
Ciri-ciri Kepribadian Kreatif menurut Csikszentmihalyi
Csikszentmihalyi mengemukakan 10 pasang cirri-ciri
kepribadian kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara
dialektis.
1. Pribadi
kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat bekerja
berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi mereka juga bias tenang dan rileks,
tergantung situasinya.
2. Pribadi
kretaif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naïf. Mereka
nampak memilliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak
(child like). Insight mendalam nampak bersamaan dalam ketidakmatangan emosional
dan mental. Mampu berfikir konvergen sekaligus divergen.
3. Ciri
paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
4. Pribadi
kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap
bertumpu pada realitas. Keduanya diperlukan untuk dapat melepaskan diri dari
kekinian tanpa kehilangan sentuhan masa lalu.
5. Pribadi
kreatif menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi.
6. Orang
kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya pada saat yang
sama.
7. Pribadi
kreatif menunjukkan kecenderungan androgini psikoogis, yaitu mereka dapat
melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminin)
8. Orang
kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang (passionate) bila menyangkut
karya mereka, tetapi juga sangat obyektif dalam penilaian karya mereka.
9. Sikap
keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat
banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang
luar biasa.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar